Jumat, 20 Maret 2026

Terbit : Jum, 20 Februari 2026

Ramadan Sebagai Bulan Tarbiyah: Mendidik Spiritual, Akhlak, dan Sosial

Oleh : Nurul Huda Khutbah Jum'at
Ramadan Sebagai Bulan Tarbiyah: Mendidik Spiritual, Akhlak, dan Sosial
KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ رَحِمَنِي وَرَحِمَكُمُ اللَّهُ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ. فَقَدْ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ، أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وَقَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Puji syukur marilah kita senantiasa panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kita begitu banyak nikmat dan karunia-Nya, khususnya nikmat Iman dan Islam. Dengan nikmat itulah, insya Allah kita dapat melaksanakan rangkaian ibadah di bulan Ramadan ini demi mendapatkan kasih sayang serta keselamatan dari azab dunia maupun akhirat.
Di mimbar yang mulia ini, khatib tidak bosan-bosannya memberi wasiat kepada diri pribadi dan jemaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa; yaitu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Takwa adalah barometer kemuliaan seorang hamba, sebagaimana firman Allah:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)
Ma’asyiral Muslimin yang dirahmati Allah,
Hari ini kita berada di hari-hari awal bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Ramadan adalah kesempatan emas untuk memperbaiki diri, membersihkan hati, serta mendidik jiwa agar lebih dekat kepada Allah SWT. Mengapa Ramadan disebut sebagai bulan Tarbiyah (pendidikan)? Karena hakikat puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pembentukan karakter dan penyucian jiwa.
Tujuan utama puasa adalah mencapai takwa. Sebagaimana dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 yang khatib bacakan tadi, takwa adalah hasil dari pendidikan spiritual melalui puasa dan seluruh rutinitas ibadah di dalamnya.
Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa puasa memiliki tiga tingkatan:
  1. Puasa Orang Awam: Sekadar menahan makan, minum, dan syahwat.
  2. Puasa Khusus: Puasanya orang yang menjaga seluruh anggota tubuh dari maksiat.
  3. Puasa Khususil Khusus: Puasanya orang yang memusatkan hatinya hanya kepada Allah SWT.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Ada tiga aspek penting dalam Tarbiyah Ramadan:
Pertama: Tarbiyah Ruhaniyah (Pendidikan Spiritual).

Ramadan mendekatkan kita kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ
“Apabila Ramadan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari & Muslim).
Allah pun menegaskan kedekatan-Nya pada bulan ini dalam Surah Al-Baqarah ayat 186:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku…”
Kedua: Tarbiyah Akhlaqiyah (Pendidikan Akhlak).
Puasa melatih kita menahan amarah, menjaga lisan, dan mengendalikan hawa nafsu. Rasulullah SAW memperingatkan:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan malah melakukannya, maka Allah tidak butuh dengan tindakannya meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari).
Ketiga: Tarbiyah Ijtimaiyah (Pendidikan Sosial).
Ramadan mengajarkan kepedulian sosial melalui zakat dan sedekah. Rasulullah SAW adalah sosok yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau memuncak di bulan Ramadan melebihi angin yang berhembus.
Ma’asyiral Muslimin,
Agar Ramadan benar-benar menjadi bulan Tarbiyah, langkah utama yang harus kita lakukan adalah memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an. Karena Ramadan adalah Syahrul Qur’an.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185).
Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk menjalani madrasah Ramadan ini dengan maksimal, sehingga kita keluar sebagai pribadi yang lebih bertakwa.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِقْرَارًا بِرُبُوبِيَّتِهِ وَإِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى مُخْبِرًا وَآمِرًا: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Marilah kita tutup khutbah ini dengan menundukkan hati, memohon kepada Allah SWT agar ibadah puasa dan tarbiyah kita di bulan Ramadan ini diterima oleh-Nya.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
(Ya Allah, ampunilah dosa kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat).
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ وَأَعِنَّا عَلَى صِيَامِهِ وَقِيَامِهِ عَلَى الْوَجْهِ الَّذِي يُرْضِيكَ عَنَّا.
(Ya Allah, sampaikanlah kami pada puncak Ramadan dan bantulah kami untuk berpuasa serta shalat malam dengan cara yang Engkau ridhai).
اللَّهُمَّ اجْعَلْ رَمَضَانَ هَذَا شَهْرَ خَيْرٍ وَبَرَكَةٍ وَتَرْبِيَةٍ لِنُفُوسِنَا.
(Ya Allah, jadikanlah Ramadan ini sebagai bulan kebaikan, keberkahan, dan pendidikan bagi jiwa kami).
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. أَقِيمُوا الصَّلَاةَ!
Ustadz Muhammad Aziz Zainudin Faqih S.E, S.H

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Agung Nurul Huda Keerom
Jl. Kasuari, Yuwanaim, Dist. Arso, Kabupaten Keerom, Papua 99468
Luas Area10.000 m2
Luas Bangunan3.245 m2
Status LokasiSHM An Masjid Agung Nurul Huda Keerom
Tahun Berdiri2022
  • Masjid Agung Nurul Huda Keerom - Jl. Kasuari, Yuwanain, Dist. Arso, Kabupaten Keerom, Papua 99468