Umar bin Abdul Aziz selalu menggunakan lampu minyak dari baitul mal (kas negara) hanya untuk urusan resmi.
Kalau urusan pribadi (misalnya ngobrol dengan keluarganya), ia mematikan lampu itu dan menyalakan lampu pribadi miliknya.
Sumber: Siyar A‘lam al-Nubala’ (adz-Dzahabi).
Istrinya, Fatimah binti Abdul Malik, memiliki banyak perhiasan dari keluarganya.
Umar meminta agar semua perhiasan itu disimpan di baitul mal agar tidak bercampur dengan hak rakyat.
Fatimah rela, karena tahu suaminya menegakkan keadilan.
Sumber: Al-Bidayah wa an-Nihayah (Ibn Katsir).
Banyak tanah dan harta rampasan yang dikuasai oleh keluarga Bani Umayyah.
Umar mengembalikannya ke pemilik aslinya, meski keluarganya sendiri menolak.
Sumber: Tarikh al-Tabari.
Pada masa pemerintahannya, kemakmuran begitu tinggi sampai sulit menemukan orang miskin yang mau menerima zakat.
Ada kisah bahwa petugas zakat kebingungan, karena semua orang merasa cukup.
Sumber: Siyar A‘lam an-Nubala’ (adz-Dzahabi).
Umar menulis surat kepada para gubernurnya:
“Jika rakyatmu lapar, maka engkau yang berdosa. Jika mereka telanjang, engkau yang menanggungnya. Jika mereka dizalimi, engkau yang akan dimintai pertanggungjawaban.”
Surat ini menunjukkan betapa seriusnya ia memandang amanah kepemimpinan.
Sumber: Riwayat dalam Tarikh al-Tabari dan Al-Bidayah wa an-Nihayah.
Sebelum jadi khalifah, Umar biasa hidup mewah (karena keluarga bangsawan).
Tapi setelah jadi khalifah, ia beralih hidup sederhana: pakaiannya biasa saja, rumahnya sederhana, dan makannya tidak berlebihan.
Sumber: Siyar A‘lam an-Nubala’.
Umar wafat di usia sekitar 40 tahun.
Ada riwayat bahwa ia diracun, karena kebijakan-kebijakannya merugikan kelompok elit Bani Umayyah yang terbiasa korupsi.
Sumber: Tarikh al-Tabari, Al-Bidayah wa an-Nihayah.
Kisah Umar bin Abdul Aziz bukan sekadar cerita inspiratif, tapi riwayat sejarah yang dicatat oleh banyak ulama besar.
Makanya beliau sering disebut “Khalifah Rasyid yang kelima” setelah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali.
| Luas Area | 10.000 m2 |
| Luas Bangunan | 3.245 m2 |
| Status Lokasi | SHM An Masjid Agung Nurul Huda Keerom |
| Tahun Berdiri | 2022 |